ImageDaerah yang terletak di sisi barat Nusa Tenggara Timur ini diancam New7Wonders, perusahaan yang aktivitasnya hanya menyeleksi keajaiban dunia. Lembaga asal Swiss ini mengancam akan mencoret Pulau Komodo dari polling daerah yang menjadi keajaiban dunia.

Dasar ancaman yang dilayangkan New7Wonders sungguh tidak bisa diterima akal manusia yang waras. Lembaga itu mengancam akan mendiskualifikasi Pulau Komodo sebagai salah satu finalis. Ancaman akan direalisasikan bila Indonesia menolak membayar uang penyelenggaraan tuan rumah pemilihan tujuh keajaiban dunia USD45 juta atau Rp400 miliar.

Modus yang dilakukan New7Wonders sangat kotor. Sebagai bangsa bermartabat, Indonesia wajib menolak keinginan perusahaan yang tidak jelas tersebut. Apalagi hanya untuk memperoleh pengakuan sebagai salah satu wilayah atau tempat ajaib di muka bumi ini. Banyak alasan mengapa wajib menolak modus New7Wonders.

Uang senilai Rp400 miliar bisa dijadikan modal untuk konservasi, promosi dan membangun fasilitas penunjang Pulau Komodo. Upaya ini ini pasti akan membuat Pulau Komodo semakin tenar. Tidak perlu sertifikat New7Wonders untuk mengklaim Pulau Komodo ajaib. Secara historis, publik dunia bakal mengakui pulau yang berada di sebelah timur Pulau Sumbawa ini benar-benar ajaib.

Dengan Rp400 miliar, Indonesia bisa memperbaiki infrastrukur seperti jalan masuk, hotel, penunjang komunikasi dan sarana lainnya. Hal ini dipastikan memberikan kenyamanan kepada pengunjung baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin ajaib Pulau Komodo.

Mengacu sejarah, Pulau Komodo juga lebih tenar dibandingkan New7Wonders. Pulau yang dihuni 1.300 Komodo ini sudah ada sejak 1901 atau saat penjajahan Belanda. Mungkin menjadi satu-satunya pulau di dunia ini yang dihuni 1.300 ekor komodo.

Cerita berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek, tentara Belanda. Dia ingin membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.  Ini sebagai bukti kalau Pulau Komodo sudah menjadi daya tarik dan keajaiban dunia.

Baru pada 2009, Pulau Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature”. Artinya New7Wonders, perusahan yang relatif masih prematur baru mengetahuinya 108 tahun kemudian. Sementara tentara Belanda sudah menemukan keajaiban Pulau Komodo jauh sebelum pendiri New7Wonders lahir ke muka bumi ini.

Tidak ada alasan pemerintah Indonesia menerima syarat yang diajukan New7Wonders. Pulau Komodo sudah terkenal dan ajaib tanpa pengakuan New7Wonders. Pulau Komodo tetap akan dikenal pemerhati alam di muka bumi ini dan diakui keajaibannya.

Kemudian pemerintah jangan terjebak dengan ultimatum New7Wonders. Pola seperti itu mengindikasikan New7Wonders hanya melakukan modus demi uang yang lumayan besar. Tolak apa pun alasan yang disampaikan New7Wonders.

 
 
 Image
 
 
 
 
SEJARAH

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di http://www.N7W.com.Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain[1]. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak [2].

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di http://www.N7W.com.Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain[1]. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak [2].Image

Iklan